8 Skill Wajib Bagi Penulis Agar Makin Kompeten

8 Skill Penulis yang wajib dimiliki, adakah di antaranya yang sudah kamu kuasai?

Sama seperti profesi lain, menjadi penulis juga memerlukan skill set saat terjun ke industri kreatif. Nah, apa saja sih kemampuan yang harus dimiliki untuk profesi yang menghasilkan sebuah karya (baik itu novel fiksi maupun nonfiksi, penulis konten, artikel, dsb)?

8 skill penulis yang wajib dimiliki www.mosaicrile.com
Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

1. Komunikasi

Sebagai penulis yang mahir merangkai kata, ia harus memahami bahwa komunikasi adalah jalan utama yang menghubungkan sebuah tulisan dengan pembacanya. Penulis perlu memastikan setiap kalimat-kalimat dapat tersampaikan maksudnya dengan baik dan meyakinkan.

Tulisan tersebut haruslah mudah dibaca serta dipahami, informatif, juga sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan (di Indonesia misalnya seturut PUEBI, KBBI). Gaya bahasa dan tone tulisan juga harus selaras dengan target pembaca.

Tidak hanya komunikasi secara tertulis saja yang penting, tetapi penulis juga harus mahir berkomunikasi lisan. Hal ini untuk mempermudah hubungan kerja sama, misalnya antara penulis dengan pihak penerbit, ataupun antara penulis yang satu dengan yang lainnya (jika ingin melakukan kolaborasi karya).

2. Berpikir Kreatif

Saat pertama kali menulis, pasti mudah menuangkan ide yang sudah dipikirkan sebelumnya. Nah, begitu melangkah ke karya-karya selanjutnya, jangan sampai penulis kehabisan ide. Penulis perlu melatih pola pikir kreatif yang membuat tulisan menjadi lebih bervariasi juga tidak monoton.

Asahlah skill ini dengan mulai menajamkan pancaindra, lihat dan pekalah terhadap situasi sekitar, serta perbanyaklah membaca berbagam jenis buku.

3. Observasi dan Riset

Sebuah tulisan akan terasa lebih kuat mutunya jika didukung oleh sumber-sumber atau fakta-fakta yang akurat dan relevan. Oleh karena itu, selidikilah terlebih dahulu latar belakang mengenai topik yang hendak diangkat. Penulis dapat berselancar di Internet seperti Google, situs/blog, YouTube, dalam menghimpun data-data, atau bisa juga menghubungi teman maupun kenalan yang bisa dijadikan narasumber tepercaya.

4. Swasunting

Jika masih ada penulis yang berpikir proses mengedit naskah adalah pekerjaan editor, pemikiran itu kurang tepat. Swasunting atau self-editing wajib hukumnya bagi penulis sebelum mengantarkan naskahnya ke suatu penerbit. Pekerjaan ini bisa dilakukan sesudah naskah selesai ditulis.

Hal-hal yang meliputi swasunting yakni: pemeriksaan tata bahasa (memastikan tidak ada huruf yang saltik, penempatan tanda baca sudah benar, dsb), pemilihan diksi, dan pemenggalan kata.

Usahakan untuk tetap objektif saat memeriksa naskah sendiri, ya.

5. Disiplin

Untuk menjadi penulis yang kompeten dan terus menghasilkan karya, mengelola manajemen waktu adalah hal yang tidak bisa dihindari. Susunlah prioritas sebaik mungkin supaya tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Ingat, daya produksi tergantung pada tingkat kedisiplinan penulis.

Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan latihan setiap hari. Misalnya, menulis dalam waktu 10-20 menit dalam satu hari, atau menulis sebanyak 500 kata dalam satu hari. Terapkan itu dan jadikanlah sebuah kebiasaan. Lama-kelamaan, tidak akan terasa sulit, kok.

6. Berwawasan Luas

Meskipun cita-citanya adalah menjadi penulis fiksi yang ceritanya imajinatif, pengetahuan umum tetaplah tidak kalah penting. Supaya hasil tulisan makin berkualitas, penulis perlu menyelipkan informasi-informasi yang berguna bagi pembacanya, seperti memasukkan nilai-nilai atau ajaran hidup, adat, budaya, dan tradisi yang berkaitan dengan tulisan.

7. Aktif Belajar

Teruslah membekali diri dengan ilmu-ilmu baru. Seorang penulis sebaiknya tidak menutup diri dengan perkembangan era. Jika dulu sebuah karya dapat dibaca saat hadir di toko buku, sekarang semua orang bisa membaca secara digital. Ini merupakan peluang yang bisa diamati oleh penulis jika karyanya ingin dikenal banyak orang.

Selain itu, bergabunglah dengan komunitas yang isinya merupakan sekumpulan penulis. Belajar dari pengalaman penulis-penulis lain tidak ada ruginya, lho. Bahkan bisa menumbuhkan semangat untuk terus berkarya.

8. Menguasai Teknik

Tidak hanya teknik dasar seperti memahami PUEBI ataupun rutin mengikuti pembaruan di KBBI saja, tetapi penulis juga harus terampil dalam menguasai perangkat-perangkat lunak yang memfasilitasi sebuah tulisan.

Seperti menguasai Microsoft Office, Google Docs, WordPress, serta berbagai platform menulis yang tersedia di Internet. Bahkan jika mampu menguasai sedikit dasar-dasar mengedit video atau info grafis, bisa menjadi keuntungan tersendiri dalam mempromosikan karya.

Itulah 8 skill wajib yang dimiliki penulis agar makin kompeten. Tetap semangat berkarya, ya.

Love Cruise MosaicRile www.mosaicrile.com

Dapatkan novel Love Cruise karya MosaicRile di toko buku terdekat Anda atau baca melalui Gramedia Digital.

Posted in Blog and tagged , , , .