Langkah Menggali Ide Menjadi Sebuah Cerita Fiksi

Langkah apa yang bisa dilakukan penulis untuk menggali ide mainstream sehingga menjadi cerita segar dan disukai pembaca?Sempatkan waktu untuk membaca, ya!

Langkah Menggali Ide Menjadi Sebuah Cerita Fiksi
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

IDE merupakan sebuah hal abstrak yang tidak berkarakter dan belum mempunyai plot.

Langkah Pertama: Temukan Ide

Bagaimana cara menemukan sebuah ide? Coba lebarkan seluruh pancaindra Anda. Jelajahi pikiran di saat santai dengan berimajinasi seluas mungkin. Jangan memberi batasan pada apa yang bisa Anda pikirkan. Bahkan hal-hal yang sederhana seperti melihat sepasang kakek dan nenek yang bergandengan tangan di depan kompleks perumahan Anda pun bisa menjadi sebuah inspirasi.

Catat hal-hal yang menurut Anda menarik dan ditemui sepanjang hari. Observasi sekeliling: rekan kerja Anda, cerita dari para tetangga, berita yang Anda tonton, bahkan kutipan-kutipan yang Anda dapatkan di media sosial.

Contoh ide:

  • Dua orang yang jatuh cinta
  • Orang yang melawan alien
  • Perjuangan seorang remaja

Ide di atas adalah ide klasik, mainstream, dipikirkan nyaris semua orang, dan kita selalu menemukannya acap kali. Ide tersebut adalah ide mentah sampai seorang penulis berhasil menggali lebih dalam, menemukan keunikan, dan mengubahnya menjadi konsep yang menarik dalam upayanya memikat hati pembaca.

Langkah Kedua: Ubahlah Ide Menjadi Konsep

Konsep dari ide di atas akan berkembang menjadi:

  • Seorang pemuda yang jatuh cinta pada gadis yang hendak menikah dengan lelaki pilihan sang ayah dalam film Romeo + Juliet
  • Tentara yang bisa mengulang waktu setiap kali dia mati dalam film The Edge of Tomorrow
  • Seorang remaja perempuan yang sekarat berjuang melawan kanker dan jatuh cinta dalam novel/film The Fault in Our Stars

Konsep cerita sifatnya sangat penting dan menjadi “tulang” dalam sebuah karya fiksi/naskah.

Langkah Ketiga: Rangkailah Konsep Menjadi Premis

Rumus: IDE -> KONSEP -> PREMIS

Level sesudah konsep adalah premis. Jika konsep cerita diibaratkan “tulang” maka premis ini “daging”-nya. Premis adalah pendekatan penulis terhadap ide dan konsep.

Di dalam premis, penulis menambahkan karakter dengan tujuan, ketakutan, dan motivasi. Penulis juga menambahkan plot melalui rintangan yang menjadi penghalang antara tokoh dengan keinginannya.

Sesederhana itu kan langkah menggali ide agar menjadi cerita utuh? Coba simak contoh berikut, yuk.

Contoh Premis

Seorang wanita yang dianggap telah meninggal, ternyata selamat dari kecelakaan yang direkayasa. Dia INGIN mengetahui siapa dan apa motivasi yang menggerakkan pelaku sampai memburu nyawanya, TETAPI ingatannya terkubur, SEHINGGA dia pun mencoba menghubungi seorang pengawal pribadi yang mengetahui keberadaannya secara rahasia untuk melindunginya serta mencari tahu rahasia di balik kecelakaan tersebut.

SHELTER – MosaicRile
Book Teaser Shelter by MosaicRile

Jika Anda tertarik untuk melihat perkembangan contoh premis di atas menjadi sebuah cerita utuh, bahkan diterbitkan dalam bentuk buku cetak, Anda bisa memesan buku Shelter karya MosaicRile melalui market place Shopee atau Tokopedia kesayangan Anda.

Posted in Blog and tagged , , , , , .